Teknik Budidaya Kerapu di KJA

A. ALASAN MELAKUKAN BUDIDAYA / PEMBESARAN

Kerapu saat ini memiliki pasar yang cukup bagus sehingga tak heran para petani berbondong bondong melakukan budidaya / pembesaran ikan laut ini, potensi alam tentunya yang mendorong para petani memutuskan untuk melakukan kegiatan usaha ini, yaitu ada beberapa alasan;

1. Lokasi tempat tinggal tidak jauh dari Pantai, kenapa lokasi menjadikan satu alasan para petani untuk budidaya ikan laut tentunya karena lokasi yang dekat tentunya tidak terlalu memberatkan para petani untuk melakukan manajemen di tempat keramba berada, dengan akses yang dekat tentunya bisa menekan biaya operasioanal sehari hari, tentunya biaya operasioanal harus di atur sebaik mungkin.

2. Memiliki alat tangkap ikan yang memadai, kenapa harus memiliki alat tangkap ikan karena potensi terbesar salah satunya ada disini artinya apa alat tangkap ikan tentunya bisa sangat menunjang operasional di bidang pakan, dimana pakan yang paling ekonomis adalah ikan rucah / ikan yang memiliki nilai ekonomi rendah, dengan memiliki alat tangkap yang cukup tentunya para petani / nelayan tidak hanya mencari ikan untuk pakan saja melainkan ikan yang memiliki nilai ekonomi bagus juga sama sama terjaring oleh alat tentuya bisa di jual untuk menambah biaya hidup sehari hari.

3. Memiliki sarana berlayar, tentunya untuk keramba jaring apung biasanya berada di lokasi yang berjarak beberapa mil saja dari daratan, nah tentunya ini membutuhkan sebuah sarana transportasi air yang harus dimiliki guna melakukan manajemen ikan di keramba setiap hari, selait ini sarana berlayar juga dibutuhkan untuk mencari pakan berupa ikan ikan kecil yang memiliki ekonomi rendah.

4. Ikan di wilayah tersebut melimpah, ini juga penting karena dengan ikan yang melimpah ruah di alam tentunya bisa memberikan suply pakan yang bagus untuk ikan yang mau di besarkan.

B. TAHAP PERSIAPAN

Ada tahap tahap persiapan yang harus dilakukan dalam melakukan budidaya / pembesaran ini diantaranya adalah

1. Media / Keramba, keramba ada 2 jenis ada yang pabrikan dan ada yang tradisional, yang pabrikan tentunya memberikan jaminan kekuatan infrastruktur keramba yang bagus sesuai dengan standar tentunya dengan nilai investasi yang lebih besar, yang sudah beredar di indonesia untuk Keramba adalah dari perusahaan AQUATEC anda bisa cari sendiri referensinya, lalu sebagai apternatif keramba juga ada yang tradisional yaitu menggunakan bambu / kayu dan drum bekas sebagai daya apung, tambang dan jaring, bahan bahan yang sudah di siapkan tadi di rakit terlebih dahulu di pesisir yang selanjutknya setelah terbentuk bisa di tarik menggunakan boat ke lokasi yang sudah di tentukan.

2. Bibit ikan kerapu, bibit ikan ini harus kita siapkan setelah selesai pembuatan keramba tersebut. kita tetar bibit ikan dengan size daitas 7cm tentunya bertujuan agar ikan lebih tahan terhadap perubahan dan partiketl pakan juga tidak terlalu sulit, tidak seperti bibit ikan yang masih tentunya akan semakin sulit dalam hal pemberian pakan di keramba apung karena ukuran pakan harus betul betul bisa masuk di mulut ikan yang masih kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *